SELAMAT DATANG

T
erima kasih Anda telah mengunjungi Grafikologia.

Grafikologia menyajikan menu bergizi seputar dunia desain grafis: ada teori desain, gambar, tipografi, strategi komunikasi, konsep visual, retorika visual, budaya visual, strategi media, membahas/memajang karya para mahasiswa dan tak lupa sedikit tips desain. Selamat menikmati grafikologia!

salam saya,

Rene Arthur
Tampilkan postingan dengan label bahas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahas. Tampilkan semua postingan

3.6.08

GRAFIS NARSIS : KEMASAN GANDA



Felita ingin mempromosikan dirinya sebagai desainer grafis yang mengkhususkan diri dalam

GRAFIS NARSIS : BUKU PELANGI


Umumnya manusia memang menyukai pelangi. Mungkin karena itulah manusia suka mengabadikan pelangi dalam bentuk gambar di buku, di penggaris, di atas kanvas lukisan, di T-Shirt, di tembok dllsbgnya. Termasuk Linda yang ingin mempromosikan dirinya sebagai desainer grafis melalui buku pelangi. Sepintas ini ide yang klise dan standar.

12.3.08

Grafis Narsis: Form Follows Fun

Sebagai desainer grafis, Ratih memilih bentuk telur sebagai objek desain.
Sosok telur berhubungan dengan kreativitas desainer grafis. Lihat saja istilah istilah seperti pengeraman/ ide menetas semuanya merujuk pada telur.
Idenya adalah memberi timer yang serbaguna, menurut desainernya timer mini ini juga berfungsi untuk patokan ketika kita membuat telur rebus. Bentuk telur itu sendiri sudah lucu masih ditambah sepasang mata memperkuat aura humor yang dipancarkan desain. Dan humor biasanya mudah menarik simpati orang.

Poster Uang 8

Ini rangkaian tugas poster sosial untuk mahasiswa tentang materialisme: cinta uang. Mahasiswa bertitik tolak dari satu kalimat Akar Segala Kejahatan adalah Cinta akan Uang.
Daisy menafsirkan kalimat terberi tadi dalam ujud poster tipografis dengan teknik now you see, now you dont.
Detail Poster
Teknik ini amat tepat dengan isi pesan yang disampaikan poster.
Ada permainan/ilusi visual dalam deretan lambang dollar. Apa anda melihatnya? Menurut Daisy dialah yang dipatuhi para pencinta uang.

Graphic Narsis: Puisi Visual

Ide Valentina sangat sederhana. Untuk mempromosikan dirinya sebagai desainer grafis ia menciptakan suatu objek yang hanya menampilkan nama diri desainer dan spesialisasinya. Selesai. Namun, itu semua ”dikemas” dengan visual yang puitis. Semua huruf merupakan kumpulan lubang kecil membentuk teks di atas akrilik transparan. Melalui pori-pori huruf ini pasir warna halus lalu-lalang bila kotak kita bolak-balik atau/putar/goyangkan. Desain grafis bisa menyampaikan pesan secara puitis melalui tipografi, warna, bahan, dan imaji.

10.3.08

Grafis Narsis: Terbangkan Kreativitasmu

Sylvia Susanti mempromosikan dirinya sebagai packaging desainer. Idenya adalah sangkar. Sangkar dilihat sebagai kemasan. Elemen sangkar sebagian besar merupakan elemen dasar pembentuk kemasan tradisi, khususnya kemasan tradisi asia. Bahan kayu yang diwakili ayaman rotan merupakan bahan kemasan yang banyak dipakai kemasan tradisi Asia. Elemen berikutnya adalah kertas. Kertas juga bahan baku utama yang akrab dengan kemasan. Di atas kertas di cetak ornamen yang di wakili negara India, Jepang dan Indonesia. Isi sangkar adalah 3 ekor burung origami dan setumpuk kertas berornamen yang belum dilipat. Inilah Grafis Narsisnya Sylvia. Kemasan ini diberikan sebagai gift dari desainernya. Tutup sangkar bak tudung saji bisa dibuka dan orang dapat mulai melipat kertas membuat origami dengan aneka kertas yang disediakan. Membebaskan dan menerbangkan kreativitasnya.

29.1.08

Poster Uang 5: Efek Bumerang

Ini poster yang memanfaatkan efek bumerang .
Sepintas poster ini hanya menampilkan pernyataan "I Love Money", namun bila dicermati tampak sosok tubuh yang mewakili huruf "I" bulatan kepalanya terbuat dari cermin bulat. Jadi setiap pelihat dapat bercermin pada" I Love Money". Introspeksi!
(poster karya Gunawan)

Poster Uang 4: Teror Visual

Kadang -kadang kita berkomunikasi dengan sasaran yang hatinya sudah membatu. Bagi orang semacam ini, Korupsi, memeras rakyat jelata, menindas sudah menjadi kebutuhan pokoknya.
Satu-satu upaya terakhir berkomunikasi dengan orang semacam ini adalah melalui teror grafis. Hendy menciptakan poster semacam itu.
Masih merespon tema cinta uang, namun poster ini menampilkan sesosok tubuh berdiri dilatar tumpukan mayat disertai headline berbunyi "akar segala kejahatan adalah cinta akan uang."
Silakan tafsirkan makna poster ini lebih lanjut.

11.12.07

Poster Uang 4

Poster karya Ade ini dibuat masih dalam rangkaian poster Cinta Uang
yang tampil dalam blog ini.
Ada beberapa lapis makna pada poster ini. Pertama kritikan terhadap perilaku cinta uang dengan mengambil dolar sebagai representasi uang dan plesetan in God we trust.
Kedua, bila kita kaitkan kebih dalam,
Dollar memang mata uang yang berkuasa saat ini. Orang memburu dollar untuk aman (ingat Krismon).
Ketiga, Dollar itu identik dengan Amerika. Amerika dikenal sebagai negara kapitalis besar. Perilaku Amerika di dunia dalam pergaulan antarbangsa (terutama di mata lawan) lebih mencitrakan dirinya sebagai negara adikuasa, adidaya, adimampu dan adimau

13.11.07

poster uang 3

Sepintas poster ini tampak sederhana dalam ide. Namun bukankah ini perilaku orang yang tamak harta? Image tangan meraup/mencengkeram bukan hanya menjadi tingkah laku fisikal saja, tetapi secara batiniah, si tamak berjiwa seperti gambar poster ini. Dengan perkataan lain, mungkin ini potret batin kita, ketika menyikut kawan, menggusur tanah, memonopoli bisnis.
Oke, kembali ke...Grafis! Sebagai poster, Myra, mahasiswa pendesainnya berhasil membuat karya yang kuat dan menarik segera perhatian. Teks memperkaya makna gambar. Tutuplah bagian teks, maka Anda mendapat satu makna. Setelahnya, baca gambar beserta teksnya, maka makna tadi menjadi lebih dalam.
(Poster karya Myrazita, DKV5, FSRD UK Maranatha)

Poster Uang 2

Poster karya Ade tadi (lihat Poster Uang 1) meminjam sosok dollar Amerika dengan semboyan "In God We Trust" di plesetkan menjadi "In Lust We Trust". Makna poster ini bisa lebih jauh dari sekedar permainan kata, mengingat uang yang pilih merupakan mata uang negara adidaya Amerika Serikat.
Pendekatan dan suasana yang disampaikan poster di samping ini jauh berbeda. Bila poster karya Ade mengundang senyum, maka poster karya Hilda (mahasiswa DKV5) ini mengundang renungan. Inilah yang sedang terjadi di sekitar kita, inilah yang dikejar kejar para pejabat yang mulutnya berkata "demi rakyat".
Poster yang jelas dan langsung ke pokok masalah.

Poster Uang1

Poster barangkali merupakan salah satu media desain grafis yang cukup tua usianya. Walaupun ada suara suara yang mendengungkan bahwa poster telah mati, namun kenyataannya justru membuktikan sebaliknya. Seni poster kini justru banyak digunakan untuk mengangkat tema tema non komersial /sosial politik/ graphic agitation, kemudian bermunculan poster poster eksperimental. Bahkan poster yang dikoleksi museum museum kenamaan dunia, kini mulai menempati kedudukan yang setara karya seni lukis . Poster juga sangat efektif menyampaikan pesan sosial.
(Poster karya Celia DKV5, pesan semacam ini barangkali
menyentuh hati anak-anak. Sejak dini memang anak harus dididik untuk sadar)
Berikut ini adalah poster yang di desain oleh mahasiswa DKV FSRD UK Maranatha.
Waktu pengerjaan 2 X Pertemuan, teknik visualisasi bebas, ukuran A3. Semua poster harus mengangkat/mengolah teks "Akar Segala Kejahatan adalah Cinta Uang". Pengerjaan poster di bagi atas 3 tahap. Pertama membuat sketsa pensil, kedua asistensi dan pemilihan 2 alternatif desain, ketiga kedua desain tadi disempurnakan lagi dan dipilih salah satu terbaik untuk diperbesar/karya final. (Poster In Lust We Trust karya Ade, DKV 5)

12.11.07

Pesan Baru dari Pesan yang Lama

Semua orang tahu makna gambar hati berwarna merah , yaitu “cinta”. Bentuk hati ini ada dimana mana, kertas kado, boneka, kemasan, piring, kaos, permen, alat tulis, kartu ucapan. Entah mulai kapan ia hadir, namun sampai sekarang masyarakat masih menggunakannya secara bebas. Gambar hati ini telah menjadi semacam bahasa visual atau icon tentang cinta. Terkadang jenuh juga melihatnya. Kemudian, orang mengembangkannya dengan memberi panah yang menembusnya (jatuh cinta/kasmaran), atau dengan memberi retakan ditengahnya (patah hati). Dalam desain grafis, pesan yang jenuh/klise dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan lain (Pesan baru dari pesan lama). Semakin ia dikenal masyarakat semakin baik potensinya. Gambar- gambar hati di atas contohnya. Ia di buat oleh para mahasiswa desain grafis peserta kuliah retorika visual. Mereka mecoba mengolah icon hati secara visual. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan dari aspek visual, artinya operasi penambahan, pengurangan, penggantian dicoba dilakukan terhadap semua elemen visual (titik, garis, warna dstnya). Kesimpulannya: Mengubah visual berarti mengubah makna. Karya mahasiswa peserta kuliah retorika visual Universitas Kristen Maranatha Bandung: Kelyn, Cindy, Novi, Oli....